Di Jogja aja ada 40.000+ bisnis F&B di Google Maps — dan semuanya butuh supplier, jasa, atau produk. ngumpulin narik datanya, validasi nomornya, kirim WA yang kebaca kayak chat personal, dan ngawal follow-up sampai closing. Pakai nomor sendiri (QR), atau jalur Official Meta API kalau mau aman total.
Biasanya gini: scrape pakai plugin, blast pakai apps lain, kontak dicatat di Excel. Tiap pindah aplikasi, ada aja lead yang ketinggalan. Di sini semuanya nyambung — dari peta langsung ke pipeline.
Ketik kategori sama kota — "kafe Bandung", misalnya — terus tunggu. Nama, alamat, rating, nomor WA masuk sendiri, ratusan per sesi. Tanpa batas pull.
Semua nomor dicek dulu masih aktif atau nggak, sebelum campaign jalan. Plugin scraper gratisan nggak bisa ini — makanya banyak orang blast ke nomor mati tanpa sadar.
Tiap pesan otomatis nyebut nama bisnisnya: "Halo Kopi Bahagia", bukan "Halo kak". Delay acak bikin polanya tetap natural. Volumenya udah ribuan per hari? Pindah ke jalur resmi Meta.
Yang bales "boleh, kirim penawarannya" langsung masuk pipeline — ada status, catatan, reminder. Jadi pas kamu janji follow-up Kamis, Kamisnya beneran ke-follow-up.
Bulan pertama biasanya cukup 50–100 pesan sehari dari nomor sendiri. Begitu volumenya naik, tinggal aktifkan jalur Official Meta — scraper, database lead, dan CRM tetap sama.
Buat mulai — UMKM, solo seller, tes pasar
Jujur aja: mass messaging di WA personal nggak didukung resmi, jadi tetap ada risiko dibatasi kalau dipakai agresif. Kami kasih panduan volume sama jeda biar risikonya kecil.
Buat skala besar — agency, brand, ribuan pesan per hari
Naik kelas tanpa pindahan data: setelah langganan, jalur resmi diaktifkan di portal Meta. Verifikasi bisnis didampingi tim sampai jalan.
Pilih jalur setelah checkout — lihat paket dulu, atau tanya tim mana yang cocok.
Pilih kategori sama kota, klik mulai. Sistem yang nyari — kamu bisa tinggal makan siang. Balik-balik, daftar prospek udah keisi lengkap sama rating dan alamat.
"Halo Kopi Bahagia" itu dibales. "Halo kak, boleh promo?" itu di-skip. Nama sama lokasi keisi otomatis; jalurnya — personal atau resmi Meta — kamu yang pilih.
Yang bilang "nanti saya kabari" beneran dikabari. Reminder bunyi tepat waktu, catatan lengkap — tinggal lanjutin obrolannya.
Semua angka di bawah ini bisa kamu buktiin tanpa beli apa-apa — buka Google Maps, atau coba stopwatch pas trial.
Scrape semua kantor dan coworking radius 3 km. Kirim penawaran paket lunch jam 10 pagi — pas orang mulai mikir makan siang.
Saring pabrik dan UMKM di sekitar proyek, masukin ke funnel KPR. Reminder otomatis ngawal tiap prospek yang bilang "nanti saya pikir dulu".
Filter bisnis rating 4.0 ke atas yang belum punya website atau sosmed aktif — pelanggannya banyak, jejak digitalnya nol.
Kamu tidur, AI agent-nya nggak. Tiap balasan dari campaign langsung ditangani — biar nggak ada lead yang dingin gara-gara nunggu 8 jam.
Kamu pegang kendali penuh: atur apa yang boleh dijawab AI, kapan dia harus diem dan manggil kamu, dan semua percakapannya kebaca di Inbox.
Butuh data Maps dulu? Ambil paket Scraper. Mau kirim campaign + CRM + Meta API? Naik ke Growth atau Pro. Upgrade kapan aja, data nggak ilang.
Ambil lead dari Google Maps, ekspor siap pakai
Buat yang mulai serius jualan lewat WA
Buat yang udah siap scale — cuma selisih Rp 100rb
Catatan: pesan lewat jalur Official Meta kena biaya per pesan dari Meta, sesuai tarif resminya — tim kami bantu hitungin estimasinya sebelum kamu mulai.
Butuh license perusahaan (beli putus, mulai Rp 10jt)? Hubungi sales via WhatsApp →
Testimoni gampang dikarang — makanya kami nggak pakai. Yang nggak bisa dikarang: hitung-hitungan yang bisa kamu isi pakai angkamu sendiri.
Growth: Rp 299rb sebulan. Kalau untung bersihmu Rp 100rb per closing, tiga deal udah balik modal. Sisanya — dari ribuan kontak yang kekumpul — itu margin.
Nggak kepake sebulan? Berhenti aja.
Mau liat dulu sebelum bayar?
Masih ada yang mau ditanyain? Chat tim langsung di WhatsApp →
Berhenti nyatet nomor satu-satu ke Excel. Prospekmu udah ada di peta — tinggal dijemput.